AnaTomi

Di sebuah SMA adalah seorang siswi kelas 3 yang PINTAR DAN EKSPRESIF NAMUN AGAK SENSITIF bernama ANA. Ia terobsesi memenuhi targetnya yaitu menemukan pacar yang berprestasi, charming, pengertian, dan setia tentunya. Namun cara Ana mencuri perhatian cowok-cowok yang ia jadikan sasaran berbeda dari yang lain. Ia justru bersikap seolah-olah cuek terhadap lawan jenis dan fokus untuk belajar dan menggapai prestasi-prestasi baru setiap tahunnya. Sikap cueknya itu menjadi daya tarik tersendiri bagi cowok di sekitarnya.

Di sekolah, Ana juga mempunyai seorang sahabat cowok yang selalu setia menemaninya. TOMI namanya. COWOK BERKACAMATA DAN SELALU TAMPIL RAPI ini mempunyai sikap yang DEWASA. Makanya setiap kali Ana ngedumel terserang emosi akut, Tomilah yang sering menasihati Ana. Kebiasaan Tomi yang selalu menasihati secara tersirat dengan pikiran yang logis membuat Ana merasa nyaman setiap kali Tomi bersamanya.

Suatu hari, Ana melihat seorang cowok yang sering ia temui di perpus bernama DONI. Ana mengira-ngira bahwa cowok itu pasti mempunyai otak yang encer. Walaupun tampangnya tidak terlalu mendukung, namun setidaknya Doni memenuhi kriteria pertama. Merasa sering diperhatikan Ana, Doni menjadi sering melontarkan senyuman pada Ana. Ana pun merasa dirinya hampir berhasil. Kesalahan Ana adalah ia hanya melihat cowok itu dari TAMPANGNYA YANG LUGU dan karena ia sering terlihat di perpus padahal Ana tidak tahu apa yang sebenarnya dilakukan oleh cowok itu di perpus. Beberapa lama kemudian tak sengaja terdengar oleh Ana sekelompok teman sekelas Doni di kantin yang sedang membicarakannya. Di balik wajah lugunya itu, ternyata Doni sering membuat onar di kelasnya dan alasan Doni sering berada di perpus karena saat itu banyak pelajaran yang harus ia kejar karena banyak yang tertinggal akibat kebiasaannya yang suka bolos. Ana sangat menyayangkannya dan menghindari Doni.

Saat pengambilan raport semester lima, Ana yang saat itu meraih peringkat dua menarik tangan Tomi –yang menjadi orang nomor satu di kelas– ke mading untuk melihat daftar siswa yang memperoleh peringkat satu di sekolahnya. Perhatian Ana terhenti pada sebuah foto dari siswa Kelas 3 IPA 1 yang bernama ANDRI. Sudah charming, pinter pula, gak salah untuk dijadikan sebagai target Ana selanjutnya. Ketika Ana dan Tomi sedang menuju lab. bahasa, tak sengaja mereka berpapasan dengan Andri. Andri tersenyum ketika melihat Ana. Ana terkejut bahkan masih terbayang sampai ketika ia berada di lab. MR. RONI yang melihat Ana belajar sambil tersenyum-senyum sendiri akhirnya melontarkan pertanyaan kepada Ana “Why do you smile, Ana? Is there something that funny? What do you think now? ” Ana tetap asyik dalam lamunannya hingga akhirnya Mr. Roni memanggilnya dengan nada yang lebih keras sehingga teman yang duduk di paling belakang pun mendengar dan semua perhatian tertuju pada Ana. Tomi bernyanyi lagu “Jatuh Cinta”nya Titiek Puspa. Serempak semua tertawa.

Keesokan harinya, Ana menemukan sebuah boneka kecil yang juga terdapat tulisan di sisi depannya “Will always be there for you” tanpa ada nama penulis yang jelas. Saat itu, Ana tidak menyadari bahwa ada seseorang yang mengintip di balik pintu (TOMI– dirahasiakan hingga akhir cerita). Kemudian ketika istirahat, tak ada hujan tak ada petir, Andri datang ke kelas 3 IPS 1 dan mencari Ana. Yang lebih mengejutkan ternyata Andri menghampiri untuk menyatakan perasaannya kepada Ana. Ana mengira bahwa boneka kecil itu merupakan pemberian rahasia Andri untuk Ana. Tomi memperlihatkan wajah senang ketika sahabatnya hampir mendapatkan apa yang diinginkannya. Dan akhirnya Ana menerima pernyataan Andri.

Semenjak Ana bersama Andri, ia cenderung menjauhi Tomi dan lebih sering bersama Andri. Ana terlihat lebih ceria dari biasanya. Namun seiring waktu berjalan keceriaan Ana kian memudar. Tampaknya Ana tertekan dengan sifat Andri yang over protective terhadapnya dan tidak suka jika Ana terlalu dekat dengan Tomi. Ana merasa ada sesuatu yang menjauh darinya, ya Ana mulai merasa kehilangan Tomi. Hingga saat ia tertidur pulas di kamarnya, ia bermimpi bahwa persahabatan mereka terputus begitu saja. Ke esokan harinya, Ana memutuskan untuk memutuskan Andri dan mencari Tomi tapi tidak menemukannya. Ana sudah pasrah dan mengira mimpi buruknya itu benar-benar terjadi, padahal saat itu Tomi sedang izin karena ada acara keluarga di Puncak.

Esoknya Tomi melihat Ana melamun sendirian di taman sekolah. Seketika kedatangan Tomi memecahkan lamunan Ana. Tomi membawa dua kotak susu kemasan rasa cokelat, yang satu untuk Ana dan satunya untuk dirinya. Ana merasa bahagia karena ternyata Tomi tak meninggalkannya. Ana menjelaskan tentang mimpi dan ketakutannya kepada Tomi. Kemudian Tomi mencoba menghibur Ana dengan sesekali meledekinya.

Hingga saat hari kelulusan tiba, Ana belum juga mendapatkan pacar yang diinginkannya. Namun pada saat itu juga Ana memandang Tomi yang berada di sampingnya. Tiba-tiba terbesit di pikiran Ana mengapa bukan Tomi saja yang ia jadikan pacar. Jelas-jelas Tomi lah yang selalu setia menemani Ana dan selalu ada ketika Ana senang maupun sedih. Tanpa ragu Ana mengatakannya kepada Tomi, sahabatnya itu. Tomi tertawa kecil dan berkata “Oke, tunggu ortu gue dateng ke rumah lo”, kemudian ia berlari meninggalkan Ana. Ana bingung dan berpikir sejenak, kemudian ia segera menyusul Tomi. (sambil berkejaran)”lo masih nyimpen boneka kecil itu kan?”| hah? jadi lo yang naruh itu di meja gue? iiihh

–TAMAT–

Iklan

(Bukan) Tanaman Baru di Kebun Gue

Jakarta, 30 Juli 2013

Ehm check sound dulu laaaaah

Dooooo…. oke sip (y)

Tanaman yang berbunga

layu secara tiba-tiba

hampir saja kebun gue

“berbela sungkawa”

hiks…hiks…dan hiks

Tapi gue sadar,

mungkin alasan kenapa

tanaman yang sedang gue sayang-sayang,

gue siram tiap hari, gue rawat…

tiba-tiba tak bergairah

untuk hidup subur di kebun gue…

tak lain karena akan ada tanaman baru

yang bunganya lebih indah

yang bakal tumbuh subur menghiasi kebun gue

hihihi kenapa jadi ngomongin tanaman ya??

Apa ada hubungannya sama hal yang bakal gue ceritain kali ini??

Cuss… yuk kita kemon 😀

Entah apa yang mendorong gue buat ngechat Kak Reza atau sebut saja Hyuk Chin a.k.a. Park Hyuk Chin waktu itu. Chat by “buku muka ” itu gue awali dengan ajakan bukber yang diadain  suatu organisasi yang mana gue dan dia aktif disana. Pas gue chat begitu ternyata sebelumnya dia belum tau tentang acara ini. Awalnya dia bilang mau, ASAL cowoknya banyak yang dateng (maklum sekolah gue mayoritas cewek). Yaudah gue bilang aja kalau gue juga mau ngembaliin buku.

Hari itu pun tiba, tepatnya tanggal 28 Juli 203 di Masjid At Taqwa. Sempat agak kecewa karea gue gak liat Hyuk Chin hadir. Tapi gue positive thinking aja lah. Mungkin ada halangan. Aaaand ternyata… dugaan gue salah !!!

Begitu acara akan dimulai, gue ngeliat seseorang berkacamata mengenakan jaket merah senada dengan baju yang gue kenakan hari itu. Sesekali gue mergokin dia nengok ke arah gue. Hmmm mungkin dia mau mastiin kalo gue bener-bener hadir juga #geer nyaaa hehe.

Di tengah acara, gue hampiri dia di balik hijab. Gue ucapin salam dan gue serahin buku-buku yang udah gue pinjem dari dia. Dia nanya “Ini…siapa? Cipa ya? Cipaaaa ganti hahaha”. Huuuuuh malah ngeledeki. Gue minta maaf karena bukunya agak rusak karena sering gue pake buat belajar #aseeek namanya juga persiapan buat UN waktu itu. Eh responnya malah lebay banget, diketawain lagi deh gue -_-“

Akhirnyaaa waktu berbuka tiba juga. Setelah gue ngambil air wudhu, batalin puasa dengan kurma dan air putih, gue langsung ikut sholat berjamaah. Selesai sholat, gue ngambil tas lalu keluar menuju teras masjid. Gue masih berdiri bareng temen-temen gue sambil nunggu kapan acara makan-makan dimulai wkwkwk.

Tanpa sengaja, gue  berhasil mergokin lagi. Dia ngeliat ke arah gue!!! Cukup lama dan gue busa tau tanpa ngeliat langsung ke arah orang itu. Itulah salah satu keanehan gue yang dimaksud sama Debul (adek kelas gue) 😀

Sesaat jantung gue berdegup lumayan kencang bagaikan ada yang mendrible bola basket di dalam jantung gue. Bunyinya dug…dug…tuinkkkkk. Tapi ternyata itu pandangan dia yang terakhir di hari itu. Sedih sih… tapi gue berharap ada pertemuan selanjutnya dan seterusnya. Semoga ini bukan pertemuan terakhir antara gue dan Hyuk Chin, aamiin :’)

Tak mampu kuiingkari

serpihan hati

yang berhenti

memeluk jiwamu

kini tlah menyatu

menjadi sebentuk

hati…

yang baru

terlahir

dari jiwaku

yang tak bisa

menghapus bayangmu dari

memoriku…

BukBer Alumni 91 Angkatan 2010

Udah banyak kiriman plus komentar mengenai rencana buka bersama alumni kelas 91 SMPN 234 Jakarta, akhirnya dapet juga keputusannya. Kita bukber hari Rabu, 15 Agustus 2012. Semua sepakat, kita bakal ngumpul dulu di rumah Monica ba’da Ashar. Sore itu gue udah dandan rapi-rapi, cantik-cantik, wangi-wangi, eeh sampe di rumah Momon, gak tau pada kesambet atau pada kenapa, tiba-tiba gue liat muka temen-temen gue dah kayak gak punya semangat idup ckckck. Dengan pedenya gue nyapa mereka, eh si Ganjar bilang sambil ketawa “emang kita mau kemana dah?”. Sepintas gue bingung, kok dia bilang gitu? wah gak bener nih. “Kita gak jadi bukber”, kata Mario. What????? gue tersontak kaget, shock!! (lebay). “eh, kasian loh. anak udah rapi-rapi gini masa gak jadi sih? hehehe”, samber Ganjar lagi. “Ihhh kok gitu sih, emang kenapa? kok gak jadi?” gue tanya ke temen-temen gue itu. Kata mereka, temen-temen banyak yang gak dateng. Hufhhh tiba-tiba suasana jadi hening lagi, dah pada hilang semangat.

Gak lama kemudian, akhirnya ada beberapa temen gue dateng, si mereka yang dari tadi dah lesu bilang kalo bukber kita gak jadi. Tapi temen gue yang baru dateng itu tetep bilang kalo kita jadi bukber kok (Hore!!!!!) dan akhirnya Gue, Monica, Lita, Joko, Fajar, Sanjaya, Ganjar, Mario, Evan, Ade, Sugi, dan Ilham berangkat ke lokasi. Rencananya sih mau di Bebek Kaleyo, tapi ternyata takdir berkehendak lain. Di sana udah gak ada tempat duduk bagi kami huhuhu (T.T). Yaudah deh, kita nyari tempat lain aja.

Setelah muter-muter nyari tempat alternatif, akhirnya AW jadi tujuan juga. Setelah makan, foto-foto, ketawa-ketiwi, kita nyari masjid untuk sholat maghrib. Setelah sholat maghrib, temen-temen gue ngajakin jalan-jalan. Katanya sih gak lama-lama. Tapi ternyata, kita ngiterin Harapan Indah, ngelewatin BKT yang jalanannya gelap plus banyak pasangan-pasangan “bergerilya”. Gue dan Momon udah ketakutan, secara cuma kami yang boncengan cewek-cewek. Sedangkan Lita, sama Ilham. Huuuh si Momon dah pegel-pegel, kaki gue dah kesemutan, ternyata kita jalan jauh-jauh cuma buat ke Alfamart dan beli minuman????? Tingkah temen-temen gue di sana udah makin gak jelas deh. Cowok-cowok dah pada asik sendiri, kita yang cewek bertiga ber-bete-bete ria sambil nunggu mereka di motor -____- mau pulang duluan… tapi gak tau jalan. Takut juga menghantui gue dan Momon. Jalanan gelap pula, kalo di jalan kita diapa-apain? kan bahaya juga urusannya.

Setelah mereka dah puas dengan permainan mereka yang gak jelas, akhirnya pulang deh kita. huuuuh anak-anak cowok ngendarain motor lamban banget, si Momon yang gak sabaran akhirnya tancap gas. Karena saking ngebutnya tuh si Momon, sampe-sampe di belakang dah kahilangan rombongan temen-temen gue. Tinggal kita berdua deh di jalan, gak tau mereka emang ketinggalan atau lewat jalur yang beda. Hauuuuhhh jalanan seolah-olah makin gelap aja, seiring dengan makin tambahnya rasa ketakutan gue dan Momon. Yaudah kita mutusin buat langsung pulang aja ke rumah. Kita susurin jalan sambil gak berhenti-berhenti baca doa. Si Momon ketakutan, karena adek kelasnya pernah ada yang kecelakaan ketika melewati jalan itu (kalo ajal mah kapan aja, dimana aja Mon…Mon…) . Dan akhirnya kita menemukan juga titik terangnya, kita dah sampe di Kelapa Satu dan Momon terus melaju dengan motornya hahahha dan akhirnya kita sampai di rumah dengan si Momon eh… dengan selamat 😀

Oh Tidak Kepala Gue ?!

Hari itu gue lagi semangat-semangatnya kerja di tempat PKL. Gue kerjain semua pekerjaan sesuai target yang dikasih atasan gue disana. Tiba-tiba salah satu senior gue yang juga penyiar di radio tempat gue PKL dateng ke meja kerja gue. Dia pamerin hasil kerja temen gue yang juga PKL di sana. Gue gak ngerti apa maksudnya dia ngebanding-bandingin gue dan temen gue padahal selama ini atasan gue dan dia selalu bilang pekerjaan gue yang paling baik di antara temen-temen gue. Mungkin maksud dia baik, cuma biar gue terdorong untuk jadi lebih baik lagi. Tapi dia gak sadar, sikap dia yang seperti itu justru membuat gue nge-down dan gak semangat lagi. Mungkin guenya aja yang berlebihan menanggapi sikapnya yang seperti itu. Tiba-tiba hati gue terasa sakit, gue ngerasa pekerjaan gue gak dihargai lagi. Gue gak kuat nahan air mata yang memaksa gue buat mengeluarkannya. Entah kenapa saat itu gue langsung terbayang nyokap gue. Gue langsung sms kakak gue, gue bilang kalo gue kangen nyokap. Saat itu juga kakak gue langsung nelpon balik ke gue. Akhirnya gue lari ke toilet untuk menjawab panggilan kakak gue. Seketika gue nangis sejadi-jadinya, gue bilang ke kakak gue kalo gue sakit dan gue mau pulang. Setelah itu gue keluar dengan mata yang masih bengkak. Senior gue bingung ngeliat keadaan gue yang seperti itu. Dia langsung datengin gue lagi dan nanya apa yang terjadi pada gue. Gue bilang aja kalo gue sakit. Akhirnya gue izin pulang sama atasan gue.

Gue turun ke bawah untuk nunggu kakak gue yang sedang dalam perjalanan untuk jemput gue. Di sana gue ditemenin senior gue yang nyebelin tadi. Setelah itu dia ngajak gue ke studio on air. Dia berusaha menghibur gue dengan mengulang yang pernah dia ajarin ke gue mengenai broadcast radio. Gue bisa ketawa lagi dan lupa dengan masalah yang tadi. Dia nunjukin bagaimana rundown-rundown acara di radio, karena selama ini yang gue tahu cuma rundown acara televisi (jurusan gue Broadcast TV). Ketika itu tiba-tiba ada rekan kerja yang lain membuka pintu dan memberitahu bahwa sudah saatnya istirahat dan makan siang. Senior gue langsung ngajak gue ke atas lagi dan tangannya itu langsung nyentuh kepala gue sambil bilang “udah, ayo kita makan”, dia langsung enyah begitu aja dan gue masih diam di studio. Akhirnya gue keluar dari studio dan nunggu kakak gue lagi di lobby. Gue nelpon kakak gue dan katanya sebentar lagi sampai. Gue nunggu sebentar di luar, akhirnya kakak gue sampai di depan gedung tempat gue PKL. Belum sempat parkir mobil, gue langsung masuk begitu mobil berhenti. Akhirnya gue dianter pulang sampai rumah, dan kakak gue kembali ke kantor.

setelah kau pergi.. ku merasa lebih baik

memang ketika baru menyadari kau telah meninggalkanku demi yang lain, sakit terasa sungguh mendalam ku rasakan di hatiku. sungguh tak percaya dirimu yang dulu mengumbar janji-janji akan setia, ternyata tega meninggalkanku begitu saja. setelah ku mencoba untuk merelakanmu.. ku belajar tuk menghapus segala ingatanku tentang dirimu. seiring berjalannya waktu, aku merasa seperti burung yang lepas, ku terbang bebas mengarungi seluruh angkasa.. hingga akhirnya ku menemukan seseorang yang membuatku terpesona tanpa ada ada yang ku buat sakit hatinya. ya, sekarang aku bebas menyukai siapa saja orang yang ku suka. tak ada cemburu, tak ada lagi pertengkaran hanya karena hal sepele. kini ku bebas berteman dengan siapa saja. tak ada orang lain yang membatasi.. ya, aku memang single dan aku sangat senang dengan hal itu.  dan kini, aku hanya menunggu sang pangeran pemilik tulang rusukku yang akan menjemputku ke dalam bahtera yang akan menjadi tempatku menempuh hidup yang baru bersamanya, selamanya…

EDCOUSTIC

Untuk mendengarkan lagu ini silahkan klik disini

Untuk mendownload secara halal lagu ini silahkan klik disini

 

GRATIS! Minus one lagu ini, silahkan klik disini

Penyanyi: Edcoustic feat Fika

Cipt : Aden

Produksi: Forte Record

Kumandang cinta bergema hingga kehati

Lafaz lafaz asmara memanggil jiwa yang rapuh

Rapuhnya aku Kau maha tahu

Pagi siang malam dunia yang kutuju

Saat kujatuh baru kusadar Kau lah segalanya

Reff:

Tuhan kuangkat kedua tanganku

Sudikah Engkau menerima cintaku

Berdarah-darah akan kutempuh

Menggapai tarikat cintaMu

Tujuh surga pun aku tak pantas

Menerima diri yang bersimbah dosa

Kuharap cinta dan ampunanMu

Setinggi arasy-Mu seluas semesta cinta

Lihat pos aslinya

Yang Tak Bisa Dilupakan

Beberapa bulan yang lalu setelah hari kelulusannya, gue dah berusaha melupakan seseorang dan berhasil Namun, keberhasilan gue buat ngebuang jauh-jauh semua bayangan tentang orang itu ternyata tidak bertahan lama.

Sekarang gue dah kelas XII dan kebetulan kami sama-sama dari bidang akademik teknologi, so ga ada lagi yang bisa gue pinjem bukunnya selain dia. Kalo gue minjem buku sama kakak-kakak kelas gue yang satu jurusan juga gak mungkin, cz gue aja ga deket sama mereka. Kenal nggak, ya males lah buat negur sapa. Hmm akhirnya gue buru-buru sms dia, dan ternyata bukunya belum ada yang minjem tuh. Yaudah dia bilang katanya mau nitipin buku yang mau gue pinjem lewat adek kelas gue yang masih kelas X, mungkin kalo pagi dia gak sempat, harus buru-buru berangkat kerja. Tapi besoknya dia sms gue lagi, katanya dia mau nganterin bukunya ke kelas gue sekalian dia mau ambil foto wisudanya. Gue sih oke-oke aja cz gue emang butuh buku itu.

Besoknya pas gue selesai tadarusan (kalo Ramadhan wajib baca Qur’an sebelum pelajaran dimulai), temen gue keluar. Gak lama kemudian temen gue balik, dia bilang katanya gue dicariin Kak Reza di depan kelas. Temen gue yang tau kalo gue suka sama Kak Reza ya ngeledekin gue sambil senyum-senyum. Hufhhh seketika jantung gue berdegub secepat delman (ketuplak ketuplak ketuplak kwkwk). Tapi gue gak bisa segera nemuin kakak itu, soalnya ada pengumuman dari Wakasek Kurikulum kalo nanti mau ada presentasi dari sebuah lembaga bimbel dekat sekolah gue. Yahhh yaudah deh gue dengerin aja sambil berdoa semoga gak bakal lama. Setelah selesai, gue langsung buru-buru nemuin kakak itu. Sempat di tahan sama temen gue, dia bilang “baik-baik ya sama kakaknya” sambil megang tangan gue seolah-olah gue mau dibawa kabur sama Kak Reza huhhhh lebay deh -__- udah deh gue langsung ninggalin temen gue. Pas gue buka pintu, seketika kaki gue gemetar, jantung gue berontak gak karuan, segera gue atur napas perlahan (tapi gak terlalu ketara biar gak ketauan), kakaknya langsung ngasih buku fisika pesanan gue. Entah mungkin karena nervous atau apa, spontan gue nutupin sebagian wajah gue pake buku itu. Tanpa buang-buang waktu, Kak Reza nanya Kajur gue (Pak Onie) / asistennya, Kak Richard dah dateng belum? gue jawab aja kayaknya belum tuh kak. Hmm mungkin karena udah jam 7 lewat, akhirnya dia minta gue yang ambil fotonya di Kak Richard, setelah itu dia langsung lari terburu-buru. Yaudah gue masuk ke kelas gue lagi deh.

Pas gue nutup pintu kelas… tiba-tiba temen-temen dekat gue nyambut gue dengan kata “Chyeee”. Ah sebenarnya gue juga seneng sih, apalagi itu kesempatan gue buat ngambil fotonya. Waktu resepsi pernikahan salah satu alumni, gue pernah nyuri-nyuri kesempatan buat ngambil gambar Kak Reza, pura-puranya gue ngambil foto dari samping (padahal gue lebihin ke kiri biar kakak itu in frame hihihi). Tapi unfortunately, ckckck foto-foto itu malah kehapus (T.T)

Pulang sekolah gue ngambil foto wisudanya dari Kak Richard. Sampe di rumah, gue liatin terus tuh foto hihihi abis itu gue simpen di map gue biar gak rusak cz dari sananya emang gak dikasih map (pelit banget). Gue berusaha gimana caranya biar gak ada yang liat foto itu. Hmm besoknya gue titipin ke adek kelas deh. And pas pulangnya.. Kak Reza ngucapin terimakasih atas titipan yang gue kasih.

Hmm gue jadi inget kalo gue yang lebih sering ngerepotin dia. Waktu LDKS, gue kehilangan kotak makan, pouch, dan goody bag gue. Mungkin kalo gue jadi orang lain saat itu, gue bakal bilang kalo gue ini lebay cz sampe mau nagis cuma gara-gara kahilangan barang-barang itu doang. Kakak-kakak kelas gue pada bantuin gue buat nyari baranga-barang “berharga itu”, termasuk Kak Reza. Terus waktu gue ikut acara Faris Goes to School di SMA 59, gue baru inget kalo gue ketinggalan sesuatu di sekolah. Gue disuruh kakak kelas buat minta tolong aja sama Kak Reza, biar dia nanti yang nyariin kalo dia masih di sekolah. Yaudah gue terima saran itu, dan langsung gue sms Kak Reza. Gak lama kemudian, dia bales katanya dia udah di jalan dan minta gue buat nanya ke temen gue aja. Yahh gue langsung cemberut cz gue dah sms temen gue tapi gak dibales-bales. Yaudah akhirnya gue pasrah. Pas pulangnya…. “dek, dipanggil Kak Reza”, kata Kak Yomi. Dan ternyata hahhh di tangannya ada kertas yang gue maksud dan langsung ngasih ke gue hhh seneng banget gue cz gue bakal kena hukuman kalo kertas itu sampe hilang hehehe.

Oh iya, ada lagi. Waktu gue ikut FL2P #2 kan gue hampir pingsan gara-gara gak kuat jalan kaki +/- 6 Kilometer. Ketidakkuatan ku terungkap saat ku injakkan kaki di Pos 7 (asek dah bahasanya). Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya gue dipulangkan.  Tapi gue pulang ke rumah gak sendirian, gue dianter alumni Faris namanya Kak Riri. Sebelum berangkat ke rumah gue, gue dianter ke masjid dulu buat istirahat bis itu siap-sipa pulang. Karena kakaknya cuma bawa satu helm, kakaknya minjem helmnya Kak Reza. Yaudah akhirnya gue pake deh helmnya. Eh Kak Reza malah ngeledekin gue uwhh. Sepanjang jalan gue ngebayangin terus pemilik helm yang lagi gue pake hihihi…

Btw cerita yang ini sampai di sini dulu ya. Nanti gue ceritain lagi tentang “Ketok Magic”, oke? Bye ^^

Super BeTe –___–

Sumpah suasana hati gue sekarang lagi berkecamuk. Mungkin karena kondisi fisik gue yang emang lagi kurang fit kali yah? -_- tapi lebih bete lagi pas temen-temen gue malah ninggalin gue seorang diri huhuhu (T,T) gue bingung deh, kenapa kalo gue sakit, temen-temen gue malah pada ngejauhin gue? emang gue bisa nularin virus apa?? tappiiii giliran temen gue atau siapapun selain gue ada yang sakit, mereka care care aja tuh –,-

Huhhh makanya itu gue suka jadi gak peduli kalo orang di sekitar gue (terutama yang sama orang yang gak peduli gue) sakit atau ada masalah. Bisa dibilang sih itu bales dendam namanya. Bales dendam menurut gue tuh artinya berusaha membuat orang lain merasakan apa yang telah kita rasain atas hal yang pernah dilakuin orang tersebut terhadap kita. Biasanya lebih cenderung ke hal yang bersifat negatif. Pengen banget bisa ngebuang jauh-jauh kebiasaan gue itu. Jadi orang baik itu emang impian setiap orang. Ya ga ada yang mau lah dibilang gak baik. Ya nggak??

Gue bingung deh.. kenapa kalo lagi kayak gini, tiba-tiba gue jadi lupa kebaikan-kebaikan temen-temen gue? yang ada di pikiran gue cuma sikap mereka yang gak ngenakin hati gue. Gue gak tau juga apa yang sebenarnya ada di hati temen-temen gue. Mungkin aja justru gue yang menghindari mereka. Aarrghhh gue bingung. Yang jelas gue pengen persahabatan gue dan temen-temen gue bisa terus erat dan langgeng. Haaahhh kalian ke sini dong -___-

 

Sebelumnya gue ucapin terimakasih dan selamat datang di blog gue ini. Blog ini sengaja gue bikin buat ngeluarin seluruh isi hati gue *jiaah isi hati apaan aja ya? XD wkwk sejalian sharing-sharing aja kepada kalian. Ehm berhubung diary gue dah penuh, jadi gue tulis cerita-cerita tentang gue disini. Selamat membaca ^-^v

Gambar